Minggu, 17 Desember 2017 | 09:26

Tingginya Harga Cabai Disebabkan Proses Distribusi Tak Normal

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron ll Bambang Subagio

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, prihatin masih tingginya harga cabai di pasaran dan ditingkat konsumen, disebabkan atau dipengaruhi oleh proses distribusi yang tidak normal, dan harus ada yang mengurusi pendistribusian cabai, utamanya di musim libur panjang seperti natal dan tahun baru kemarin.

“Jadi, memang dipengaruhi distribusi, libur Natal dan tahun baru. (Mahalnya cabai-red) Ini adanya pada aspek pendistribusian,” kata Herman, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, (11/1).

Herman berpendapat,kalau produksi di petani berlangsung baik, lalu suplai di pasar terhambat dan harga cukup tinggi, berarti ada aspek distribusi yang harus diperhatikan.

“Jika produksi menyusut, wajar jika harga melambung. Tapi ini kan produksi normal. Tidak ada peristiwa yang menjadikan pasokan menurun. Tidak ada banjir. Tidak ada kekeringan. Makanya, aneh jika harga melambung. Setelah kita cek ternyata distribusinya,” jelas Herman.

Herman melakukan sidak ke pasar Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (11/1) dan ditemui harga cabai yang mencapai Rp 140 ribu untuk jenis rawit. Harga tersebut memang tidak rasional mengingat di petani harganya masih di bawah Rp 30 ribu.

“Per Rabu hari ini tanggal 11 Januari 2017 harga cabai besar antara Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu. Harga cabai keriting hampir sama Rp 50 sampai Rp 55 ribu, tapi harga cabai rawit di Pasar Palmerah sebesar Rp 140 ribu per kilogram. Ini kan masih mahal,” tegas Herman.

Herman memprediksi, bahwa tingginya harga cabai masih berlangsung sampai beberapa hari ke depan. Dia sudah mengecek secara langsung ke Dirjen Holtikultura, soal harga cabai dari tingkat petani hingga ke pasaran tradisional.

“Di mana daerah-daerah produksi sebetulnya berproduksi secara normal, harga di daerah pun harganya memang awalnya masih normal. Tapi, harga di pasar tradisional naik, dan sekarang ‎harga ‎di petani sudah mulai naik. Sehingga untuk turun dalam waktu dekat ini memang membutuhkan waktu,” ujar politisi dari Cirebon, Jawa Barat ini. (infojambi.comT

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.