Tingkatkan Kualitas Batik Jambi, Rahima Gandeng Desainer Eddy Betty

Penulis : Tim Liputan
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj Rahima Fachrori, menggandeng Eddy Betty, desainer nasional kelahiran Jambi, untuk meningkatkan kualitas desain Batik dan songket Jambi.

Kerjasama ini dilaksanakan dalam pelatihan desain batik dan songket khas Jambi, sekaligus pembukaan kembali showroom Dekranasda Provinsi Jambi, di gedung Dekranasda Provinsi Jambi, Thehok, Kamis (21/11/2019).

Eddy Betty menggeluti dunia fashion lebih dari dua dekade. Dia merupakan desainer mode yang mengenyam pendidikan di Fleuri de la Porte, Perancis, dan Chambre Syndicale de la Couture Parisienne.

Pemprov Jambi dan Pemprov Riau juga menjalin kerja sama bidang perdagangan dan kerajinan UKM.

Hadir Asisten Administrasi Umum, H Sudirman, Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, sekaligus Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi, Sri Argunaini, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sudirman, Gubernur Jambi, H Fachrori Umar mengapresiasi ketua dan seluruh pengurus Dekranasda Provinsi Jambi yang menginisiasi pembukaan kembali showroom Dekranasda Provinsi Jambi.

Pelatihan desain batik dan songket khas Jambi ini merupakan salah satu bentuk akselerasi dan upaya untuk terus-menerus melestarikan kerajinan khas Jambi.

“Produk industri kecil kerajinan Provinsi Jambi saat ini sudah dikenal masyarakat luas, lokal maupun nasional. Kita harus bangga karena banyak prestasi diraih Dekranasda Jambi dalam meningkatkan keterampilan dan penghasilan pengrajin,” ujar Gubernur.

Kearifan lokal yang dimiliki Provinsi Jambi, seperti batik, songket dan aneka produk kerajinan kayu dan rotan, membawa Jambi sebagai provinsi yang diperhitungkan di kancah nasional.

Masyarakat pengrajin yang saat ini menggeluti kerajinan batik tenaga kerjanya 1.800 orang, dengan unit usaha 360 unit. Pemasarannya sudah sampai pada tahap pemasaran lokal, nasional, regional dan internasional.

Untuk kain songket, tenaga kerja yang terserap sekitar 105 orang, unit usahanya ada 20. Aneka kerajinan jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 1.200 orang, unit usahanya 170 unit.

Produk kerajinan tersebut secara multiplier effect telah meningkatkan kehidupan masyarakat pengrajin. Hasil kerajinan tersebut juga cukup diminati masyarakat Jambi pada berbagai even.

Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Rahima Fachrori, mengharapkan pembukaan kembali showroom Dekranasda dimanfaatkan oleh pengrajin, untuk mempromosikan hasil karyanya dan mengharapkan peran Dekranasda kabupaten/kota se Provinsi Jambi.

Dengan dibukanya kembali showroom Dekranasda, diharap lebih mempromosikan kriya Jambi dan hasil produknya lebih dikenal lagi.

“Saya menggandeng desainer nasional dari Jambi, semua produknya sudah dikenal. Kalau ada orang sendiri kenapa cari orang lain. Beliau orang Jambi dan akan bertindak sebagai supporting desain pengembangan dan peningkatan daya saing pakaian batik dan songket Jambi. Saya harap beliau sungguh-sungguh membantu Jambi dan pengembangan seluruh aspek kerajinannya, sehingga kita dikenal di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Rahima.

Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, sekaligus Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi, Sri Argunaini menyampaikan, showroom dan pelatihan desain batik dan songket khas Jambi dua tahun tidak aktif, karena sedang direhab.

“Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan produk industri kecil dan kerajinan Jambi. Pada tahun ini, Dekranas memberi bantuan pada empat pengrajin Jambi, berupa peralatan pelatihan. Semoga bermanfaat untuk pengembangan produk. Itu motivasi bagi kita untuk berkarya,” tutur Sri.

Sementara itu, Eddy Betty menyatakan, banyak sekali potensi Jambi yang dapat dikembangkan. Pemerintah dan Dekranasda telah berupaya maksimal mengembangkan dan melatih para pengrajin, agar dapat memiliki daya saing di tingkat nasional.

“Kemungkinan untuk dikembangkan sangat banyak. Kain batiknya bagus, songket bagus, semua itu bisa kita kembangkan. Saya akan berupaya maksimal membantu Pemerintah Provinsi Jambi mengembangkan batik dan songket Jambi, dan tentunya juga pemasaran,” ungkap Eddy.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa juga memberi respon positif terhadap pengembangan produk kerajinan di Jambi.

“Saya ditugaskan Gubernur Riau ke Jambi khusus untuk melakukan kerja sama. Pertama kerja sama mempromosikan produk-produk yang ada di Provinsi Jambi dan Sumatera,” kata Yulwiriati.

Menurut Yulwiriati, Riau ditunjuk sebagai koordinator sentra bisnis program kerjasama dengan Malaysia dan Thailand.

“Showroom Dekranasda Jambi luar biasa. Produk-produknya bagus, layak diekspor. Ini tugas kami, mempromosikan. Riau bukan provinsi penghasil bahan kebutuhan pokok. Di sini ada sayuran, kami juga sangat bergantung. Nanti kami adakan kerjasama guna mengendalikan angka inflasi, menjaga ketersediaan bahan pokok dan menstabilkan harga,” ujarnya. (MAR)

Kategori Provinsi,Wanita dan Keluarga

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.