Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Dasar Melalui Akreditasi Puskesmas dan FKTP

Para calon pendamping akreditasi puskesmas dan FKTP melakukan praktek lapangan.

INFOJAMBI.COM — Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja.

Upaya itu antara lain dengan pengembangan sistem manajemen mutu dan perbaikan kinerja berkesinambungan, baik pelayanan klinis, upaya puskesmas dan manajerial.

Salah satu langkah adalah akreditasi puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), untuk mendorong peningkatan mutu dan kinerja pelayanan pada fasilitas pelayanan kesehatan oleh lembaga independen yang diberi wewenang oleh kementerian kesehatan (kemenkes).

Pada pelaksanaan akreditasi, dilakukan penilaian menggunakan standar akreditasi dari Kemenkes RI. Supaya puskesmas dan FKTP memenuhi standar akreditasi, diperlukan pendampingan fasilitator, agar puskesmas dan FKTP dapat membangun sistem pelayanan yang baik. Selain itu perlu juga komitmen pimpinan yang tinggi dalam menyediakan pelayanan bermutu, aman dan terjangkau oleh masyarakat.

Guna mencapai tujuan tersebut, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi melatih para calon pendamping akreditasi puskesmas dan FKTP. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pendamping mampu menjelaskan kebijakan puskesmas dan FKTP, menjelaskan konsep mutu, kebijakan, standar dan instrumen akreditasi puskesmas dan FKTP, serta menyusun dokumen akreditasi.

Kepala Bapelkes Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi SH M.Kes menjelaskan, pelatihan ini diperuntukan bagi staf dan pejabat struktural dinas kesehatan kabupaten/kota, dokter, sarjana kesehatan minimal berpendidikan D-III, dan pihak ketiga yang diusulkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk pelatih atau narasumber, didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan Kementerian Kesehatan RI. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Bapelkes Provinsi Jambi, Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 17 – 27 September 2017. Pelatihan diakhiri dengan praktek lapangan di beberapa puskesmas di Kota Jambi.

“Dalam pelatihan ini para calon pendamping diberi berbagai tambahan pengetahuan, dengan materi kompetensi dasar, materi inti dan materi penunjang seperti anti korupsi, membangun komitmen belajar (BLC) dan penyusunan rencana tindak lanjut,” beber Fauzi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, dr Samsiran Halim, memberi apresiasi terhadap pelatihan ini. Dia berharap pelatihan seperti ini terus dilakukan, guna meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama puskesmas.

Hasanah (kanan)

Salah seorang pelatih, Hasanah, sengaja membawa para calon pendamping yang telah dilatih melakukan observasi langsung di Puskesmas Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi. Tujuannya untuk memantapkan ilmu para calon pendamping yang diperolehnya selama di dalam kelas. Praktek lapangan dilakukan selama dua hari. (IJM-02)

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.