Tingkatkan Pemasaran, Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Fasilitas Digital

LAPORAN : BS || EDITOR : PM

INFOJAMBI.COM – Pemerintah terus aktif mendorong pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di tanah air untuk mulai memanfaatkan fasilitas digital, terutama dalam upaya mendongkrak pemasaran di tengah adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, serta protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Menurut Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Fiki Satari, digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu solusi berlangsungnya usaha semasa pandemi. Apalagi bila mengingat bahwa bagi masyarakat, kini media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup, dan orang Indonesia terbilang aktif menggunakan internet.

“Saat ini usaha mikro didorong masuk ke penggunaan media sosial dan aplikasi sederhana. Misalnya, pedagang pasar basah menerima pesanan melalui panggilan video, kemudian melakukan pengiriman melalui ojek online, ” kata Fiki Satari pada Dialog Produktif Semangat Selasa yang berlangsung secara virtual, pada Selasa (3/8/2021).

Fiki Satari mengungkapkan sebagai stimulus dan dukungan bagi UMKM, pemerintah menggulirkan beragam bantuan dari hulu ke hilir. Bantuan tersebut di antaranya adalah Banpres Produktif Usaka Mikro (BPUM) yang mendapat respon antusias dari 12,8 juta pelaku usaha mikro yang menjadi targetnya.

Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah terserap hingga 54 persen, dengan relaksasi bunga mencapai 0 persen bila ada kendala dari
penerima bantuan. “Masyarakat dapat mengecek cara mendapatkan bantuan tersebut melalui website www.kemenkopumkm.go.id atau akun media sosial Kemenkopumkm, ” kata Fiki Satari.

Pemerintah juga menetapkan berbagai kebijakan untuk memudahkan para pelaku UMKM. Dalam upaya membantu akses pasar, 40 persen dari belanja pemerintah wajib dilakukan bagi UMKM, dan hingga saat ini lebih dari 200 ribu UMKM telah bergabung.

“Sedangkan untuk membantu akses pemasaran, terdapat kebijakan mengalokasikan 30 persen ruang publik sebagai tempat usaha UMKM disertai
pemotongan biaya sewa, ” ujar Fiki Satari.

Salah satu pelaku usaha industri kreatif,
Christine Laifa – Founder The Finery Report menegaskan, bahwa peluang akan tetap ada dan tidak ada batas untuk berinovasi, meskipun di
tengah pandemi.

“Kita selalu dituntut kreatif secara bisnis. Kreatif itu artinya mampu memecahkan masalah, bisa
menemukan solusi, paham apa yang dibutuhkan orang,” ujarnya.

Christine mencontohkan inovasi bisnis Kopi Tuku yang mengeluarkan botol literan, sehingga pelanggan tetap bisa menikmati kopi walaupun tanpa keluar rumah. “Pelaku usaha harus lincah (agile), adaptif, inovatif; hal-hal yang menjadi tantangan abadi pelaku usaha, ” katanya.

Hal senada dikatakan Andanu Prasetyo, Founder Kopi Tuku. Ia menyebut beragam manfaat yang dapat dinikmati pengusaha yang menggunakan platform digital. Di antaranya adalah
memperluas jangkauan pasar dan meringankan modal usaha.

Kendati demikian, Andanu mengatakan situasi sulit seperti pandemi bahkan bisa dianggap sebagai “berkah” bagi pelaku usaha. Sebab mendorong efek kepepet yang justru memunculkan ide-ide baru, dan menyadarkan pengusaha akan aset yang patut disyukuri, seperti pelanggan yang sangat loyal.****

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.