Senin, 18 Desember 2017 | 04:29

Toke Getah Dibacok Rampok, Rp 20 Juta Raib

MUARABULIAN – Munawar (60) warga RT 07 Desa Terusan, Muarabulian, Batanghari terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Tauke getah ini menjadi korban perampokan, Kamis (10/8).

Zalmisah, kakak ipar korban menceritakan, saat itu Munawar mengendarai sepeda motor sendirian pergi ke Dusun Sialang Pungguk, Desa Singoan untuk membeli getah para pemotong karet.

Munawar membawa uang dalam tas selempang Rp 20 juta lebih. Dalam perjalanan, ia diserempet tiga orang tak dikenal mengendarai sepeda motor.

Salah satu pelaku memukul leher korban hingga terjatuh. Korban berontak sambil memegang tas yang berisi uang. Pelaku lantas membacok tangan kiri korban hingga nyaris putus.

Tak hanya itu, pelaku juga membacok bagian belakang badan korban. Melihat korban tak berdaya lagi, ketiga perampok langsung kabur membawa tas berisi uang Rp 20 juta lebih.

“Sayo dapat kabar dari penjual minyak yang saat itu melintas di tempat kejadian. Dia melihat ada orang terbaring sudah terluka. Penjual minyak itu langsung memberitahu warga,” kata Zalmisah.

Ketika kejadiaan lokasinya sangat sepi. Mendapat kabar itu, Zalmisah langsung ke lokasi bersama warga. Ia menemukan adik iparnya luka-luka.

Berdasarkan keterangan korban, Zalmisah menyebutka, pelaku berjumlah tiga orang mengendarai sepedamotor Honda Mega Pro abu-abu dan Honda Supra merah.

“Sebelum dibacok, korban dipukul pelaku menggunakan pelepah kelapa yang sudah dirancang. Setelah korban terjatuh barulah dibacok. Kami harap kepolisian secepatnya menangkap ketiga pelaku,” ungkap Zalmisah.

Kapolsek Muarabulian, Iptu Firdaus membenarkan adanya kejadian ini. Setelah mendapat laporan, anggota Polsek Muarabulian langsung ke TKP.

“Semua anggota melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mudah-mudahan pengejaran anggota membuahkan hasil dan bisa menangkap pelaku,” kata Firdaus. (infojambi.com)

Laporan : Raden Soehoer

 

Kategori Hukrim

Tags:

1 Judul Komentar

  1. Nah kau,, skallii ko. Teerkenal dddusun SIAlLANG PUNGGUK…, ooii pak kades,, kami masih ado “didalam” ko cubo kali-kali tengok warga yang Duo RT ni,, RT 5 RT 6,, cek dulu jalan dpan rumah wak Jainul tu, kalaau mobbil Pak kadees. Biso lewwat hebaat nnian lla,, nyarris puttus pak keedees nyyaris putus. Tkss

    Balas

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.