Truk Batubara Meresahkan Lagi, Mahasiswa Protes Gubernur dan Mendagri

MUARABULIAN — Hingga saat ini angkutan truk batubara kian marak. Banyak aktifitas terganggu gara-gara truk batubara yang semena-mena melintas. Infrastruktur hancur, korban berjatuhan.

Sementara itu, pemerintah seakan-akan tutup mata. Banyaknya korban jiwa sejak truk batubara melintas, membuat geram para mahasiswa.

Himpunan Mahasiswa Batanghari (HIMBARI) dan HMI mengambil sikap. Mereka menggelar demo di Perempatan Kompleks BBC Muara Bbulian, Rabu (14/6).

Puluhan mahasiswa turun ke jalan, mendesak Menteri Dalam Negeri memberlakukan lagi Peraturan Gubernur Jambi tentang angkutan batubara.

Andri, Ketua Himbari, dalam orasinya menegaskan bahwa selama truk batubara melintas di wilayah Batanghari, banyak korban jatuh. Ia menilai pemerintah tidak peka. Pergub Batubara mesti segera diberlakukan kembali.

“Iring-iringan truk batubara membuat resah warga. Pemerintah tutup mata, sudah banyak korban berjatuhan. Melalui Pemkab Batanghari, kami minta aspirasi ini disampaikan ke Gubernur dan Mendagri,” tandas Andri.

Setelah melakukan aksi di Simpang BBC, puluhan mahasiswa bergerak menuju Kantor Bupati Batanghari. Tuntutan mereka sama, mendesak Bupati Batanghari segera menertibkan truk-truk batubara.

“Pak Bupati yang terhormat, tolong dengarkan keluhan rakyat Batanghari. Hanya satu permintaan rakyat, segera tertibkan truk batubara. Selama ini rakyat menderita, jalan hancur, korban berjatuhan. Tolong Pak Bupati sampaikan aspirasi kami ke Gubernur dan Mendagri,” tegas Andri.

Setelah orasi, empat perwakilan mahasiswa diterima Asisten II, M Hatta. “Kami akan sampaikan keluhan ini ke gubernur. Kami akan koordinasi dengan provinsi. Keluhan warga juga keluhan Pemkab Batanghari,” ujar Hatta.

Menurut Hatta, truk yang melintas di wilayah Batanghari, banyak berasal dari luar daerah. Ia juga berharap aktifitas terkendali sebelum lebaran maupun setelah lebaran nanti.

“Kami upayakan agar jadwal aktifitas truk batubara kembali seperti dulu, boleh melintas mulai pukul 11 malam sampai 6 pagi,” jelas Hatta. (infojambi.com)

Laporan : Raden Soehoer

 

Kategori Hukrim

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.