Minggu, 22 April 2018 | 02:08

Truk Terguling, Minyak CPO Diserbu Warga

INFOJAMBI.COM — Truk bermuatan CPO sawit terguling di jalan lintas Muarabulian, Desa Rantau Puri, Batanghari, Jambi. Akibatnya, minyak CPO tumpah ke drainase (parit) jalan.

Insiden ini terjadi Kamis (4/1/2018). Truk mengangkut CPO sekitar 16.000 liter. Truk itu diserbu warga sekitar. Sejatinya truk CPO PLKT TK-16 jenis Hino BH 8136 S tersebut menuju Kota Jambi.

Insiden itu menarik perhatian warga, bahkan puluhan warga saling berebut mengambil tumpahan minyak untuk dikumpulkan. Ada yang menggunakan galon, ember hingga drum.

Minyak yang mengalir akibat laka tungal tersebut lebih kurang hingga 200 meter. Dengan perlahan warga mengais sisa sisa tumpahan minyak yang masih dapat dimanfaatkan dengan menggunakan alat seadanya.

“Iyo, sayo ikut kawan, orang ngumpulin minyak sayo ikut jugo. Soalnyo banyak nian minyak tu tumpah. Sayo dak tau mau diapoin minyak nih. Kato orang, kumpulin bae dulu, gek adola yang mau ngasih upah warga ngumpulin. Ado yang bawa ember, galon bahkan drum,” kata warga sekitar.

Edi, warga yang berada di lokasi menuturkan, insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa bermula saat truk CPO arah Muarabulian menuju Jambi melaju kencang menghindari mobil dari arah berlawanan.

Namun, saat sopir membanting stir, tiba-tiba truk oleng hingga terguling. Saat itu juga muatan CPO sekitar 16.000 liter tumpah ke badan jalan hingga menumpuk di drainase.

“Kalo dari keterangan sopir yang telah diamankan tadi, dio pas ditikungan dan kondisi penurunan tersebut mencoba menghindari sebuah mobil sehingga banting kiri dan terperosok kebahu jalan hingga terguling di tebing,” tutur Edi.

Edi menjelaskan, tindakan warga mengumpulkan minyak yang tumpah bukan penjarahan. Warga mengumpulkan minyak semata untuk membantu pihak truk CPO.

Edi mengakui tindakan warga hanya sebatas mengumpulkan sisa minyak yang berserakan. “Kami cuma ngumpulin, kagi bos yang punyo minyak ni mau datang jam empat sore dari Sarolangun, nah kagilah itung-itungannyo,” tutur Edi.

Edi belum tahu berapa yang akan dibayar perusahaan atas jasa warga. Mereka hanya berusaha mengumpulkan minyak sebanyak mungkin dengan harapan upah.

“Upahnyo belum tahu, yang jelas warga berusaha mengumpulkan minyak sebanyak mungkin,” ungkapnya. (Raden Soehoer — Batanghari)

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.