Tunjang Program Pariwisata, Dekranasda Latih Pengrajin Anyaman Bambu

Ketua Dekrasda Jambi, Sherrin Tharia

KOTAJAMBI — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj Sherrin Tharia, resmi menutup pelatihan desain anyaman bambu bagi UKM (usaha kecil dan menengah) se-Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (24/5).

Dekranasda Provinsi Jambi bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi berupaya meningkatkan kualitas produk pengrajin, melalui pelatihan-pelatihan. Selain itu, juga menyediakan sarana promosi bagi produk UKM, seperti Galeri Dekranasda dan Pusat Promosi UKM (SMESCO Tower) di Jakarta, serta pameran produk UKM tingkat regional, nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan pelatihan desain anyaman bambu bagi UKM ini, diharap para pengrajin anyaman bambu mampu mengubah pola pikir, peningkatan nilai tambah, serta peningkatan kualitas produk yang dihasilkan bersaing di era digital.

Untuk pemasaran, Dekranasda akan melakukan penjualan online (e-commerce), karena keuntungan yang didapat akan sangat banyak dan tidak terbatas. Namun, di sisi lain, e-commerce juga harus dikaji secara baik dan benar, karena butuh persiapan, mental maupun keinginan kuat para pengrajin.

“Sekali kita membuka ranah pasar yang luas, tidak ada kata mundur, kita membawa nama Jambi, bukan pribadi,” kata Sherrin.

Sherrin menjelaskan, Dekranasda Provinsi Jambi akan selalu melatih para pengrajin, karena melalui pelatihan secara rutin para pengrajin akan mendapat hasil karya lebih baik dan maksimal.

“Tidak mungkin hanya sekali atau dua kali hasilnya bisa maksimal. Proses pelatihan harus berulang-ulang. Saya mengharapkan ada keinginan kuat dari pengrajin, bahwa kita bisa disejajarkan dengan daerah lain, yang saat ini sudah maju anyamannya. Tinggal kitanya saja, mau atau tidak,” ujar Sherrin.

Seiring dengan keinginan kuat Gubernur Jambi meningkatkan pariwisata di Provinsi Jambi, diharapkan UKM juga siap, seperti batik, baik dari segi produk maupun kualitas dan kuantitasnya. Begitu juga anyaman, para wisatawan ingin membawa pulang buah tangan ke daerah atau negaranya.

“Saya mengharapkan keseriusan pengrajin dan pemerintah secara berkesinambungan. Ibarat kata, gayung bersambut,” kata Sherrin.

Sherrin selaku ketua dekranasda menyampaikan terima kasih, pada narasumber yang telah meluangkan waktu dalam pelatihan ini, guna membimbing, memberi ilmu dan pengalaman bermanfaat dalam mengelola bambu, dari kurang bermanfaat dijadikan sesuatu bentuk kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis, yang akhirnya bermuara pada peningkatan pendapatan para pengrajin.

Sherrin mengharapkan para peserta pelatihan menularkan pengetahuan dan pengalamannya kepada yang lain, khususnya di daerah tempat tinggal masing-masing.

Pelatihan desain anyaman bambu bagi UKM ini dilaksanakan tanggal 21 sampai 24 Mei 2017, di Balai Latihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Tim Daya Saing Dekranasda Provinsi Jambi dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi.

Peserta yang ikut dalam pelatihan ini adalah pengrajin anyaman bambu di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. Mirna, pengrajin asal Kerinci, sangat berterima kasih telah mendapat ilmu dari instruktur berpengalaman.

Mirna berharap pelatihan ini ada kelanjutannya. Ia juga ingin ada studi banding ke daerah lain yang memiliki kerajinan anyaman telah maju. [infojambi.com]

Laporan : Zainal Mahyudi / Yudi Pramono 

 

Kategori Provinsi,Wanita dan Keluarga

Tags: ,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.