Senin, 26 Juni 2017 | 03:50

Wahhh.. Buka Jalan Baru, Pemkot Sungai Penuh Belah TNKS

TNKS dibelah

SUNGAIPENUH – Pembukaan jalan baru oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sungai Penuh membelah area hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Pembukaan jalan baru ini terjadi di hutan Pematang Gando, Desa Sungaijernih, Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, pembukaan jalan baru itu sebagian sudah masuk kawasan TNKS. Pengamatan kami lakukan melalui GPS dan sudah melewati patok batas TNKS,” ujar Neneng Susanti, Kepala KPHP Unit I Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Kota Sungai Penuh, kepada INFOJAMBI.COM.

Menurut Neneng, saat pengamatannya beberapa hari ke belakang itu, alat berat masih di lokasi guna melakukan pembukaan jalan baru yang sudah masuk dalam kawasan TNKS.

“Di sana masih ada alat berat. Di daerah itu bukan kawasan hutan di bawah naungan provinsi. Tapi lebih berbahaya dan merupakan pelanggaran berat, karena sudah masuk kawasan TNKS,” jelas Neneng.

LSM Lingkungan menyorot dan menyayangkan proyek pembukaan jalan baru yang membelah TNKS. LSM ini minta Menteri Kehutanan turun ke Kota Sungai Penuh dan mendesak pihak TNKS memproses hukum para pelaku yang melakukan pengrusakan TNKS.

“Kami sudah ke lapangan, melihat pembukaan jalan baru di Desa Sungaijernih, sudah menembus kawasan hutan. Jika kawasan hutan yang ditembus itu kawasan TNKS, kami minta Menteri Kehutanan turun. Kalau ada pelanggaran hukum, kami akan mendesak Menhut dan TNKS memproses secara hukum. Jangankan membedah TNKS, ranting satu batangpun tidak boleh dirusak di kawasan itu,” tegas Zoni Irawan seorang aktivis lingkungan.

Menurut Zoni, dalam investigasi Menhut dan TNKS itu nanti turut terlibat petinggi Kota Sungai Penuh. Ia berharap petinggi itu juga diproses hukum.

“Ini kami duga proyek Pemkot Sungai Penuh. Jika dalam upaya membedah TNKS itu terlibat walikota dan DPRD-nya yang menyetujui anggaran, kami minta mereka diproses secara hukum,” ujar Zoni. (infojambi.com)

Laporan : Riko Pirmando

 

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.