INFOJAMBI.COM — Wakapolda Jambi, Brigjen Pol K Yani Sudarto, menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh pihak sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Penegasan tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Security Hiburan Malam Rampas Identiitas Wartawan
Upaya pencegahan, penanggulangan, hingga tindakan hukum dinilai wajib berjalan secara terpadu serta berkesinambungan.
Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Atas Kantor Bupati Tanjab Barat ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor.
Baca Juga: Hidup Makin Susah, Ibu Rumahtangga Jual Shabu
Forum ini memfokuskan pembahasan pada pemetaan potensi serta langkah antisipasi Karhutla di wilayah Tanjab Barat. Sejumlah pejabat tinggi dari jajaran instansi daerah dan aparat keamanan tampak hadir memenuhi lokasi rapat.
Tampak mendampingi di lokasi acara, yakni Plh Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi Brigjen TNI Nyamin. Turut hadir Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat beserta Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso SA.
Baca Juga: Zola Launching Pergub Pengendalian Karhutla
Kehadiran jajaran Pemkab juga dilengkapi oleh Sekretaris BPBD Provinsi Jambi, Kapolres Tanjab Barat, serta Dandim 0419/Tanjab. Para pejabat utama, camat, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah setempat ikut menyimak jalannya pengarahan.
Dalam pemaparannya, Wakapolda menjelaskan bahwa instansi kepolisian konsisten menjalankan langkah preemtif, preventif, hingga represif. Tindakan terukur tersebut dilaksanakan sebagai komitmen mencegah bahaya kebakaran agar tidak meluas.
Pendekatan hukum juga disiapkan untuk memberikan kepastian bagi siapapun yang terbukti membakar lahan. Langkah penegakan hukum oleh Polda Jambi dan jajaran terus bergulir sesuai alat bukti hasil penyelidikan lapangan.
Sebelumnya, kepolisian telah memproses kasus Karhutla di Tanjab Barat dengan menetapkan empat orang tersangka. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengaitkan rakor ini dengan sinergi lintas pemangku kepentingan.
“Bapak Kapolda menekankan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu. Setiap unsur memiliki peran masing-masing, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, penanganan dampak hingga penegakan hukum. Sinergitas ini harus terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kabid Humas.
Polda Jambi turut memastikan kesiapan para personel beserta perangkat pendukung di titik rawan. Sebelum rakor dimulai, Wakapolda bersama Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi telah meninjau posko satgas.
Pemeriksaan peralatan dan kesiapan sarana pendukung dilakukan langsung untuk memastikan seluruh unit siap beroperasi. Langkah ini diharapkan membuat pergerakan petugas lebih cepat saat mendeteksi kemunculan titik api.
“Pengecekan pos dan peralatan dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan. Harapannya, apabila ditemukan titik api, petugas dapat segera bergerak sehingga api tidak berkembang dan meluas,” jelas Erlan.
Kabid Humas menegaskan kembali bahwa aspek pencegahan bukan sebatas tugas aparat serta pemerintah semata. Masyarakat memegang peran sangat krusial dalam menjaga lingkungan dengan menghindari praktik pembakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan dengan cepat,” ujar Kabid Humas.
Polda Jambi turut merangkul seluruh elemen warga, termasuk para insan pers, demi menyebarkan edukasi yang membangun. Penyampaian berita yang tepat dipandang sanggup meningkatkan pemahaman masyarakat akan bahaya Karhutla.
“Media juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyampaikan informasi yang menyejukkan serta mendorong partisipasi publik dalam pencegahan Karhutla. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kita berharap Karhutla di Tanjab Barat dapat terus dikendalikan dan tidak berkembang,” pungkas Erlan.
Melalui rakor ini, koordinasi serta kesiapsiagaan seluruh lini diharapkan semakin solid dan terarah. Muaranya adalah agar penanganan Karhutla di lapangan dapat bertindak cepat demi melindungi masyarakat dan ekosistem Tanjab Barat. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com