Wapres JK Hadiri Peringatan Hari Konstitusi

PENULIS : BAMBANG SUBAGIO
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Peringatan Hari Konstitusi Tahun 2019 yang digelar MPR RI pada Minggu (18/8/2019) terasa sangat istimewa. Sebab selain dihadiri Pimpinan MPR, Pimpinan dan anggota Fraksi-Fraksi dan Kelompok DPD di MPR, Pimpinan dan anggota Lembaga Pengkajian MPR, juga dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar, Pimpinan dan perwakilan Lembaga-lembaga negara dan beberapa tokoh nasional.

Selain itu sebanyak 500 generasi muda dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia , UPN Veteran Jakarta, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Tarumanegara, Universitas Katolik Atmajaya, Universitas Pelita Harapan dan Iblam. Tak ketinggalan beberapa Ormas juga turut hadir yakni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), dan Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI). 

Ketua MPR RI Zukifli Hasan dalam pidatonya menyampaikan peringatan Hari Konstitusi telah digagas MPR RI periode tahun 2004-2009 dan ditetapkan melalui Keppres No.18 Tahun 2008 yang menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi. 

Peringatan Hari Konstitusi, menurut Zulkifli Hasan, sangatlah penting mengingat konstitusi dalam bentangan sejarah telah menjadi dokumen nasional yang berfungsi untuk menegaskan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia, Piagam Kelahiran bangsa Indonesia, cita-cita Indonesia merdeka, tujuan pembentukan pemerintah NKRI, dan Dasar Negara Pancasila.

Konstitusi, juga merupakan suatu dokumen hukum yang khas. Sebab, bukan hanya sebagai jenis norma khusus yang berdiri di puncak piramida normatif, akan tetapi di dalamnya termaktub komitmen dan orientasi bangsa Indonesia. Konstitusi juga dirancang untuk mengarahkan perilaku bangsa Indonesia dalam mengarungi kehidupan di masa yang akan datang.

“Maka, dengan mengembalikan memori kita tentang arti Undang-Undang Dasar 1945, mengingatkan kita bahwa di dalamnya ada nafas bangsa Indonesia yang merupakan norma fundamental negara, yang bersumber dari ideologi bangsa Indonesia, ideologi yang berangkat dari kosmologi bangsa Indonesia yakni Pancasila. Kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi tercerai berai tanpa arah apabila tidak dipandu oleh norma dasar tersebut,” kata Zulhas.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres Jusuf Kalla, mengungkapkan rasa bersyukurnya, sebab di setiap bulan Agustus, bangsa ini memperingati dua peringatan penting berturut-turut. Yakni Peringatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus dan Peringatan Hari Konstitusi pada tanggal 18 Agustus. “Keduanya memiliki keterkaitan sangat kuat bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” ujar JK.***

Kategori Nasional

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.