Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:40

Warga Desa Renah Kayu Embun Nantikan Janji Pemerintah

Laporan Wahyu Nugroho

Kantor Kepala Desa Renah Kayu Embun yang beberapa waktu lalu dibakar warga, buntut aksi demo warga (foto Wahyu Nugroho)

INFOJAMBI.COM – Warga Masyarakat Desa Renah Kayu Embun Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh, hingga kini masih terus menunggu janji pemerintah yang akan mengucurkan dana desa untuk pembangunan desa, pasca aksi demo masyarakat, yang berujung pembakaran Kantor Desa Renah Kayu Embun beberapa waktu lalu dan menuntut agar Kepala Desa dicopot dari jabatannya.

Aksi demo yang dilakukan masyarakat Desa Renah Kayu Embun tersebut, mempertanyakan dana desa yang hingga saat ini belum terealisasi untuk pembangunan di desa yang terbilang masih tertinggal tersebut.

Desa Renah Kayu Embun yang berpenduduk sekitar 300 Kepala Keluarga (KK), merupakan desa yang terletak bersebelahan dengan destinasi wisata Bukit Kayangan dengan matapencarian petani tersebut sangat berharap dana desa sekitar satu miliar tersebut betul-betul dikucurkan untuk kemajuan pembangunan desa, seperti sarana transportasi jalan, kesehatan dan pendidikan

Mai Candra salah seorang masyarakat yang tinggal di Desa Renah Kayu Embun berharap agar dana desa segera dikucurkan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang selama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah, seperti sarana jalan untuk membawa hasil pertanian keluar desa, sarana kesehatan, pendidikan danlainnya demi kesejahteraan masyarakat, sehingga desa tersebut tidak lagi disebut sebagai desa tertinggal.

“Kami minta agar pemerintah memperhatikan desa kami yang memang membutuhkan sentuhan pembangunan, sarana jalan yang kini kondisinya sangat memprihatinkan, “sebut Mai Candra Kamis (9/8/2018)

Disisi lain Mai Candra juga menyebutkan dibidang kesehatan, memang sudah ada Puskesmas, tetapi sehari-harinya selalu tutup, tidak ada satupun tenaga kesehatan yang selalu siaga, menurut petugas kesehatan, tenaga kesehatan memang ada tetapi tidak selalu siaga ditempat, melainkan ada hari-hari tertentu mereka datang ke puskesmas tersebut.

“Apakah bila masyarakat sakit harus menunggu petugas kesehatannya datang, bila sudah demikian, warga yang sakit harus dibawa ke kota menggunakan sepeda motor yang jaraknya sekitar 10 sampai 20 kilometer, ”tambah Mai Candra

Untuk itu tambah Mai Candra, pihaknya berharap agar sesegera mungkin pemerintah mengucurkan dana desa yang selama ini belum pernah dirasakan oleh masyarakat, yang tentu saja sangat diperlukan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana, sehingga Desa Renah Kayu Embun tidak tertinggal lagi dari desa desa lainnya yang sudah maju.

Demikian juga dengan sarana pendidikan, tambah Mai Candra. Didesa kami yang berjarak 17 kilometer dari pusat Kota Sungai Penuh ini baru ada sekolah dasar tapi saat ini tidak lagi berfungsi, selain jauh, tenaga pengajarnya juga tidak ada, belum lagi sarana penerangan yang belum tersentuh aliran listrik, hanya beberapa warga yang sudah mendapat bantuan penerangan listrik tenaga surya.

Warga Masyarakat Desa Renah Kayu Embun, jelas Mai Candra berprofesi sebagai petani kulit kayu manis, kopi dan kentang selalu merugi, karena hasil panennya dijual murah kepada pengepul yang datang langsung kepetani sekitar Rp.3.500 perkilogram, karena memang susah untuk dibawah langsung ke pasar yang harganya mencapai antara Rp.10.000 sampai Rp. 11.000 perkilogram. ***

Kategori Hukrim,Sungai Penuh

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.