“Warisan” Usman Ermulan Hancur, Lahan Ancol Beach Punya Pelindo

Ancol Beach Kuala Tungkal tidak lagi diperhatikan pemkab || raini

KUALATUNGKAL — Objek wisata Ancol Beach rencananya dijadikan ikon wisata keluarga masyarakat Kuala Tungkal, pada masa pemerintahan Bupati Usman Ermulan. Tapi sayang, kawasan itu sekarang rusak dan terbengkalai.

Padahal, dana APBD yang dikucurkan untuk membangun objek wisata ini sudah habis ratusan miliar rupiah. Ancol Beach sekarang terkesan mubazir dan sia-sia. Sekitar 80 % bangunan dan aset di lokasi itu hancur.

Baru-baru ini, sebuah EO menggelar acara Tungkal Fair. Beberapa peserta terpaksa meninggalkan stand, karena lokasi itu terendam banjir rob. Kejadian itu membuat Bupati Tanjabbar, Safrial MS, tidak akan memperbaiki Ancol Beach.

Dulu, ada kesepakatan, lahan Ancol Beach ditukar-guling. Tapi pihak PT Pelindo tidak setuju. Kemudian juga ada MoU mengontrak kawasan tersebut. Nilainya sekitar Rp 60 juta per tahun.

Setelah dihitung-hitung, Pemkab Tanjabbar tidak sanggup, karena tidak sesuai dengan jumlah pemasukan. Sejak itu Ancol Beach dibiarkan, tidak diperbaiki lagi, karena bisa menimbulkan masalah.

Bupati Safrial mengaku sengaja mengundang Kajati Jambi, Jhon Walington, datang ke Kuala Tungkal, memberi arahan pada TP4D terkait permasalahan yang ada di SKPD, termasuk soal Ancol Beach.

“Pemkab Tanjabbar masih sangat lemah administrasinya, terutama soal aset,” ujar Safrial.

Kendati begitu, Safrial berjanji akan mengkaji lagi masalah Ancol Beach dengan pihak Pelindo. Safrial akan mempelajarinya lagi dan berharap ada solusi.

Ketua DPRD Tanjabbar, Faisal Riza, menegaskan, dana perbaikan Ancol Beach tidak lagi dianggarkan. Alasannya, Ancon Beach berada di lahan milik Pelindo. Untuk dana perawatan masih ada, sekitar Rp 40 juta setahun. (infojambi.com)

Laporan : Raini || Editor : Doddi Irawan

Kategori Wisata - Seni - Budaya

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.