Wujudkan Indonesia Sehat, Bapelkes Jambi Gelar Pelatihan Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga

INFOJAMBI.COM — Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Peranannya sangat penting dalam sistem kesehatan nasional.

Tugas puskesmas diantaranya melakukan kebijakan kesehatan, guna mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung program kecamatan sehat.

Berhasilnya puskesmas tergantung pada pengelolaan. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014 mensyaratkan, tenaga kesehatan yang ingin menjabat kepala puskesmas, wajib ikut pelatihan manajemen puskesmas.

Sebagai pelaksana kebijakan pembangunan kesehatan dengan fokus pada pendekatan keluarga, puskesmas harus dikelola dengan prinsip manajemen yang baik, sejalan dengan perubahan dan perkembangan konsep dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Pengelola puskesmas yang meliputi kepala puskesmas dan staf fungsional, perlu mengikuti pelatihan manajemen puskesmas, agar mampu memahami prinsip dan konsep pembangunan kesehatan, serta tata kelola kesehatan, guna mewujudkan Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.

Terkait tujuan tersebut, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi mengadakan pelatihan manajemen puskesmas dengan pendekatan keluarga.

Pelatihan angkatan III dan IV ini diselenggarakan pada tanggal 3 sampai 13 Desember 2017, dipusatkan di Gedung Bapelkes Provinsi Jambi, Desa Pijoan, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi,

Kepala Bapelkes Provinsi Jambi yang juga Ketua Panitia Pelatihan, Ahmad Fauzi SH M.Kes, menjelaskan, pelatihan diikuti 60 orang peserta, sebagian besar berasal dari puskesmas se-Kabupaten Merangin.

Untuk mengikuti pelatihan ini, panitia menetapkan beberapa kriteria, antara lain bekerja di puskesmas yang telah dilatih Keluarga Sehat, dan masih bertugas di puskesmas dan akan bekerja di puskesmas minimal dua tahun setelah mengikuti pelatihan ini.

Fauzi berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu melakukan manajemen dan pelayanan kesehatan dengan pendekatan keluarga di puskesmas.

Selain itu, peserta juga diharap mampu melakukan kepemimpinan anti korupsi, manajemen umum puskesmas, manajemen upaya kesehatan masyarakat, manajemen pemberdayaan masyarakat, memahami manajemen mutu dan melakukan manajemen data puskesmas dan keluarga sehat.

Materi pelatihan ini dibagi tiga bagian, yakni materi dasar terdiri dari kebijakan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga dan kebijakan penyelenggaraan puskesmas.

Untuk materi inti, terdiri dari manajemen kepemimpinan, manajemen upaya kesehatan masyarakat, manajemen pemberdayaan masyarakat, manajemen mutu dan manajemen data puskesmas serta Keluarga Sehat.

Disamping itu juga ada materi penunjang, berupa Building Learning Commitment (BLC), rencana tindak lanjut dan pengarahan program pelatihan. Dari penilaian yang masuk ke panitia, semua peserta dinyatakan lulus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, dr Samsiran Halim, minta pada para peserta yang telah lulus agar mengaplikasikan ilmunya tersebut dalam melaksanakan tugasnya secara sinergis, sesuai peran masing-masing.

Samsiran mengatakan, pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, sebagai investasi bagi pembangunan SDM yang produktif secara sosial maupun ekonomis.

“Kebijakan pembangunan kesehatan 2015-2019 fokus pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) berkualitas, terutama melalui peningkatan jaminan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar, didukung penguatan sistem kesehatan dan peningkatan pembiayaan kesehatan,” papar Samsiran, sebelum menutup pelatihan. (IJM-02)

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.