Selasa, 19 Desember 2017 | 03:13

Zola Himbau Petani Tidak Alih Fungsikan Lahan Pertanian Pangan

INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, H Zumi Zola, menghimbau para petani, agar tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pangan, menjadi lahan pertanian non pangan atau peruntukan lain.

“Pertanian pangan itu sangat penting. Sebagai reward bagi yang mempertahankan lahan pertanian pangan, saya akan terus memberi bantuan,” kata Zola pada acara Gerakan Tanam Padi Sawah Gapoktan Lingkar Nago, di Desa Bungo Tanjung, Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Rabu (11/10/2017).

Ini dilakukan Zola sebagai salah satu langkah menunjang swasembada dan ketahanan pangan. Himbauan itu disampaikan dihadapan Bupati Tebo H Sukandar, Wakil Bupati Tebo H Syahlan, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Sherrin Tharia Zola, Ketua TP PKK Tebo (Anggota DPR RI) Hj Saniatul Lativa Sukandar dan TNI.

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut mengusung tema “Melalui Mekanisasi Pertanian Kita Tingkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) Mendukung Upsus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Menuju Jambi Tuntas 2021”.

Zola mengakui telah memantau keberhasilan masyarakat di Desa Bungo Tanjung dalam bidang pertanian, khususnya padi sawah. Hasilnya sangat luar biasa, satu hektar menghasilkan 5,7 ton.

Zola menegaskan, keberhasilan masyarakat dengan pertanian perlu perhatian, agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang menjadi tantangan disamping perubahan iklim terhadap tanaman non pangan.

“Kita edukasi masyarakat. Kalau pertanian komitmen kita beri bantuan, ada alat pertanian sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih, ketika berubah menjadi non pangan, kita tidak beri bantuan lagi,” tegas Zola.

Zola mengingatkan, musim tanam bisa berubah sesuai keadaan iklim yang perlu disikapi para penyuluh dan pihak pertanian. Para penyuluh sama-sama membimbing petani. Apa saja aplikasi teknologi yang harus diterapkan supaya kualitas dan kuantitas hasil pertanian meningkat.

Peningkatan panen padi dari dua tahun sekali menjadi tiga kali setahun, merupakan harapan gubernur pada masyarakat petani di Desa Bungo Tanjung. Bupati Tebo terus menganggarkan untuk program pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) bisa mencapai seratus, ini momentum baik.

Bupati Tebo, Sukandar menyampaikan, padi jagung kedelai (pajale) mengalami peningkatan siginifikan. Masing-masing kecamatan memiliki handalan.

Kecamatan Tebo Ulu dengan potensi sawahnya. Tujuh Koto dengan jagung kedelai. Serai Serumpun dan Tebo Ilir dengan potensi kedelai.

“Peningkatan ini tidak terlepas dari bantuan gubernur melalui dinas pertanian. Alsintan supaya dipergunakan dengan baik,” kata Sukandar.

Sukandar menegaskan, kerjasama masyarakat dengan penyuluh membuahkan hasil dengan kembalinya masyarakat pada pertanian untuk lahan potensial.

“Ada lahan produktif yang dialihkan untuk sawit dan timbul kembali kesadaran untuk jadi sawah melalui penyuluh dan gunakan alsintan untuk turun ke sawah dan menghindari alih fungsi lahan,” tegasnya.

Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir H Achmad Mausul melaporkan, luas tanam di Kabupaten Tebo pada Oktober – Maret 2016/2017 mencapai 8.845 hektare, pada April – September 2017 realisasinya mencapai 6.760 hektare atau 135 persen dari target seluas 5.000 hektare.

Mausul menuturkan, hasil rakor Upsus di Bapeltan Jambi, luas tanam Oktober – Maret 2017/2018 sebanyak 8.700 hektare. Guna menunjang pencapaian luas tanam, Kabupaten Tebo mendapat alokasi dana APBD I untuk bantuan benih 1.000 hektar, padi organik 40 hektar, 4 unit pengolahan pupuk organik.

Kemudian bantuan benih jagung seluas 4.250 hektare, budidaya kedelai APBN murni 4.000 hektare, 1.200 hektare APBN P, alat dan mesin pertanian baik pra panen maupun pasca panen, 8 unit traktor roda empat, satu unit untuk mencabut kelapa sawit di Desa Pulau Jelmu, 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa, 2 unit alat tanam padi, 3 unit alat pasca panen Combine Harvester sedang, 2 unit alat pasca panen Combine Harvester besar, 5 unit Corn Celler, serta 5 unit power thresher.

APBD Provinsi Jambi untuk Kabupaten Tebo mendapatkan penumbuhan penangkar benih padi seluas 35 hektare, berupa benih padi, pestisida, pupuk.

Selain itu, Mausul mengatakan, luas sawah di Desa Bungo Tanjung 220 hektare di tiga hamparan, 70 hektar Pulau Jelmu, produktivitas padi 5,7 ton per hektar.

“Desa ini perlu mendapat apresiasi, telah mencapai indeks pertanaman sebesar 250. Berarti sudah lebih dua kali tanam,” kata Mausul.

Kepala Desa Bungo Tanjung, Zaid, menyampaikan, penanaman sudah memasuki periode kedua. Saat ini pemerintah desa membuat pagar sawah menggunakan Dana Desa.

“Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kami yang mayoritas petani, program pertanian memang kami perhatikan, pagar sawah dari Dana Desa dan tahun depan untuk buat jalan tani,” ujar Zaid. (Raihan — Tebo)

 

Kategori Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.