Minggu, 22 Oktober 2017 | 22:38

Zola Kumpulkan Ulama dan Tokoh Ormas Islam

Gubernur Jambi menggelar rapat mendadak dengan ulama dan tokoh ormas Islam || doddi irawan

KOTAJAMBI — Pasca penemuan tulisan Allah pada miniatur pohon natal, di lobi Hotel Novita, Kota Jambi, Jum’at sore lalu, Gubernur Jambi, H Zumi Zola, bergerak cepat.

Setelah langsung mendatangi lokasi, Zola mengumpulkan para ulama, termasuk tokoh-tokoh ormas Islam dan aparat penegak hukum, seperti Kapolda, Komandan Korem dan Kepala Binda.

Penemuan tulisan Allah pada miniatur pohon natal itu membuat Zola naik pitam. Dia pun menggelar rapat koordonasi mendadak, di auditorium rumah dinasnya. Rapat ini untuk mencari solusi dan menyamakan persepsi.

Rapat dipimpin langsung oleh gubernur, didampingi Wakil Gubernur Fachrori Umar. Walikota Jambi, Syarif Fasha, yang langsung menghentikan sementara operasional Hotel Novita juga hadir.

Jalannya rapat langsung dicatat dan ditayangkan di layar lebar. Para peserta mencatat hal-hal penting yang dibahas.

Kapolda Jambi, Brigjen Yazid Fanani, menjelaskan kronologis kejadiannya. Menurutnya, lafadz Allah itu baru ditemukan Jum’at sore. Sejak miniatur dipasang, lafadz Allah itu tidak ada.

Kapolda menyatakan, banyak kemungkinan munculnya lafadz Allah di miniatur pohon natal tersebut. Pihak kepolisian akan mengusut kasus ini hingga tuntas.

Masing-masing tokoh ormas Islam, mulai dari Nahdhatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga FPI menyampaikan harapannya. Mereka minta pembuat lafadz Allah di pohon natal segera terungkap.

Zola dan Fachrori Umar mendengarkan serius segala hal yang dibahas. Zola mencatat seluruh penjelasan dan masukan seluruh peserta rapat.

Rapat menyepakati, membuat pernyataan sikap bersama. Ada tiga poin penting. Pertama, mempercayakan pengusutan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Kedua, menyerahkan pada polisi mengambil tindakan hukum, jika ada unsur kesengajaan melakukan penistaan agama. Ketiga, semua sepakat menjaga situasi Jambi tetap kondusif dan tidak melakukan anarkhis.

Kesepakatan ditandatangani oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, Kapolda, Danrem 042 Garuda Putih, Kepala Binda, Kakanwil Kementerian Agama, MUI, FPI, HMI dan ormas Islam lainnya.

Gubernur Jambi, Zumi Zola, menegaskan, pemerintah, ormas Islam dan umat muslim di Jambi tidak bisa menerima penistaan agama ini. Semua pihak sepakat pelakunya harus dihukum.

Zola minta seluruh masyarakat Jambi, terutama umat Islam, menjaga situasi tetap kondusif, aman dan tenteram.

Seusai penandatanganan pernyataan sikap, gubernur dan seluruh peserta rapat berphoto bersama. Peserta rapat bubar dengan membawa pulang sebuah kesepakatan. (infojambi.com)

Laporan : Yudi Pramono || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Agama

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.