Rabu, 24 Mei 2017 | 15:02

Zola : Teaching Factory Mendidik Siswa Berjiwa Bisnis

Zumi Zola di SMK PGRI 2 Kota Jambi || humasprov

KOTAJAMBI — Gubernur Jambi, Zumi Zola, mengemukakan, teaching factory mendidik anak didik berjiwa bisnis. Zola sangat mengapresiasi teaching factory sebagai ajang meningkatkan kompetensi siswa siswi SMK, dan meningkatkan korelasi pendidikan SMK dengan industri dan dunia bisnis.

Hal itu dinyatakan Gubernur dalam Peresmian Minggu Seni Pelajar VII Tahun 2017 dan Peresmian Teaching Factory (TeFa) serta Temu Alumni Akbar SMK PGRI 2 Kota Jambi, di Talang Bakung, Kota Jambi, Rabu (25/1).

Teaching factory berupaya agar siswa siswi SMK memiliki kemampuan menghasilkan produk, dan dipasarkan ke masyarakat. Produk yang dihasilkan harus sesuai standar kualitas. Pihak dunia usaha diminta melakukan pembinaan dan pendampingan bagi siswa siswi SMK.

Zola mengatakan, pemerintah, pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota terus berusaha meningkatkan kualitas SDM, supaya memiliki daya saing, diantaranya melalui sektor pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.

Teaching factory merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas siswa SMK, terlebih saat ini Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Persaingan terbuka bukan hanya antar daerah, tapi juga dengan negara-negara Asia Tenggara. Anak-anak harus berdaya saing.

“20 tahun lalu, Indonesia mengandalkan SDA, seperti bahan galian, karena Indonesia kaya SDA. Sekarang berubah, SDM berkualitas yang diandalkan. Kualitas SDM terus didorong,” kata Zola.

Contoh, Jepang. Mampu menghasilkan otomotif dan alat elektronik dan sangat mendominasi pasar otomotif dan alat-alat elektronik. Dengan teaching factory, siswa dididik berjiwa bisnis, enterpreneur, diantaranya membuat kerajinan, seperti mukenah dengan motif Jambi, dan keterampilan lain yang sudah dijual.

Kerjasama CSR dengan Alfamart, dibantu Rp 15juta untuk membeli barang-barangnya dan dibangun ruangan, masyarakat bisa beli di sini. Demikian juga kalau ada dagangan masyarakat, misalkan gorengan atau makanan kecil, bisa dipasarkan.

Zola mengapresiasi pertambahan jumlah siswa SMK 2 PGRI Kota Jambi dari 500 menjadi 1.100. Berarti perkembangannya bagus, PGRI bisa membantu program pemerintah mendidik masyarakat.

Terkait Pentas Seni, Zola menyarankan, meski sebagian besar pengisi acara adalah generasi muda, namun juga harus menyajikan seni budaya Jambi, sembari menghimbau siswa-siswi, para guru dan tenaga pendidik serta masyarakat untuk melestarikan Budaya Jambi.

Zola mengemukakan, karena di SMK PGRI 2 Kota Jambi sudah ada kegiatan membatik, siswa siswi juga belajar membuat tanjak, kain penutup kepala yang dikenakan laki-laki sebagai bagian dari budaya Jambi.

“Coba buat tanjak juga, seperti yang saya gunakan ini, jadi semua sektor nanti bisa membantu mempromosikan dan melestarikan seni dan budaya Jambi. Di pentas seni harus ada budaya Jambi. Bantu kami melestarikannya, harus ada estafet ke generasi muda. Jadi, meskipun di era globalisasi, generasi muda Jambi harus mengetahui seni budaya Jambi,” tutur Zola.

Zola berpesan agar siswa-siswi menghindari narkoba, salah satu penyakit masyarakat yang sangat membahayakan. Beberapa bulan lalu, kepolisian di Jambi menangkap 2 kg sabu-sabu dengan nilai Rp 4 miliar. Awal 2017, kepolisian juga menangkap sabu-sabu yang nilainya Rp 14 miliar.

Zola menghimbau para orangtua untuk mengawasi dan melindungi anak dari narkoba, diantaranya membekali anak dengan ilmu dan agama. “Jangan pernah menggunakan dan mengedarkan narkoba. Banggakan orangtua kalian dengan prestasi, gunakan kesempatan sekolah dengan baik,” ujar Zola.

Zola meresmikan teaching factory ditandai dengan pengguntingan pita, menandatangani prasasti peresmian mushola SMK PGRI 2 Kota Jambi, serta meninjau stan teaching factory yang menyajikan berbagi hasil karya siswa, yakni batik dan tenun, perhiasan, tempat tisu, tempat sajian air minum mineral, stan Program Keahlian Akuntansi dan stan Program Keahlian Multimedia. (infojambi.com/ADV/HMS)

Kategori Provinsi

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.