Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:42

Zumi Zola dan Istri Terima Gelar Adat dari LAM Jambi

H Zumi Zola, Sri Paduko Anom Setio Negeri

INFOJAMBI.COM – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola beserta istri Hj.Sherrin Tharia Zola, Minggu (17/12) kemarin, menerima gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, di Balai Adat Balairung Sari Provinsi Jambi.

Gelar kehormatan adat, yang diberikan kepada H Zumi Zola, Sri Paduko Anom Setio Negeri, itu bermakna seorang pemimpin muda yang cerdas dan amat dimuliakan serta dicintai oleh masyarakat, juga tidak lari dari tanggung jawab, untuk membangun negeri Jambi.

Sedangkan untuk Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Sherrin Tharia Zola, dianugrahi penghargaan Karang Setyo, juga memiliki makna, istri yang selalu setia mendampingi suami. Penghargaan Karang Setyo yang diberikan berupa seuntai kalung emas dengan liontin Lambang LAM Jambi Provinsi Jambi.

Prosesi penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, Gubernur Jambi dan istri dimulai dengan penjemputan oleh pengurus LAM Provinsi Jambi dari rumah dinas Gubernur, diarak menuju Balai Adat Balairung Sari menggunakan mobil hias bertemakan budaya Jambi.

Setibanya di Balai Adat Balairung Sari, Gubernur dan istri disambut dengan kompangan dan pencak silat diiringi tarian Melayu Jambi serta pantun seloko adat Jambi.

Setelah itu, dilakukan pencucian kaki Zumi Zola di atas kepala kerbau, menggunakan air santan sebagai syarat dari prosesi adat. Kemudian, bersama istri menginjak kepala kerbau untuk naik ke atas balai adat.

“Saya atas nama Gubernur Jambi beserta istri, mengucapkan terima kasih tak terhingga, atas gelar adat dan penghargaan yang telah diberikan kepada kami berdua. Tentunya. gelar adat dan penghargaan yang diberikan ini, mendorong dan memotivasi kami untuk melakukan upaya pewarisan adat secara lebih cerdas dan berkualitas,” ujar Zumi Zola.

Hj Sherrin Tharia Zola, dianugrahi penghargaan Karang Setyo.

Menurut Zumi Zola, filsafah dan kearifan yang terkandung dalam adat istiadat Melayu dapat menjadi pemandu masyarakat Jambi dalam menjalankan kehidupan.

LAM Provinsi Jambi, tegasnya, memiliki peran besar dalam membantu dan mendukung pembangunan di Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Karena dari fakta yang ada, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, nilai-nilai budaya lokal memiliki berbagai kearifan yang dapat digunakan sebagai pemersatu dan mendukung berbagai program pembangunan.

“Marilah kita bersama, terutama para tokoh Pemerintah, masyarakat dan agama untuk terus mendorong agar nilai-nilai budaya Melayu dapat menjadi landasan kehidupan masyarakat. Perlu adanya sinergitas dari seluruh elemen, baik dari pusat maupun daerah, untuk membangun nilai-nilai tersebut,” pungkas Zola.

Ketua LAM Jambi Provinsi Jambi, H.Hasip Kalimuddin Syam, menyampaikan, Gubernur Jambi selaku Pembina/Pemangku Adat LAM Provinsi Jambi dalam melaksanakan kemimpinannya harus diberi gelar adat, sesuai Perda No 02 Tahun 2014 dan AD-ART LAM Jambi Provinsi Jambi.

“Penganugerahaan gelar adat ini, merupakan tonggak spiritual bagi masyarakat Jambi yang menjunjung tinggi kepemimpinan negeri dan kepemerintahan yang tangguh, serta menjadi keteladanan bagi masyarakat Jambi. ( Richi – Humasprov )


Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.