Zumi Zola Serukan Kebangkitan Membangun Indonesia dengan Keberagaman

KOTAJAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli, menyerukan kebangkitan bangsa untuk membangun bangsa Indonesia dengan keberagaman. Pernyataan ini disampaikan usai memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tingkat Provinsi Jambi 2017, dilapangan kantor Gubernur Jambi, Senin (22/5).

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, dihadiri Kapolda Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, Pj.Sekda Provinsi Jambi, aparat TNI/Polri/PNS, pelajar dan mahasiswa.

Bangsa ini, tegas Zumi Zola, tidak boleh terpecah belah dengan berita-berita kebencian, untuk merusak persatuan dan kesatuan Bangsa.

“Leluhur kita sudah membuktikan, perbedaan itu bukanlah sesuatu yang negatif, tapi hal yang positif. Kemerdekaan yang kita miliki, diraih dengan perbedaan-perbedaan dan itulah yang membuat kita menjadi kuat. Saat ini, kita harus lebih waspada, karena musuh kita tidak terlihat, dengan kemajuan teknologi, terutama medsos yang sangat mudah diakses oleh masyarakat. Medsos seringkali dipergunakan untuk penyebaran provokasi kebencian untuk memecah belah,” ujar  Zumi Zola.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, dalam sambutannya dibacakan Gubernur Jambi, mengatakan, Presiden Joko Widodo, sejak awal tahun ini mencanangkan, penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan.

”Bukan berarti sebelumnya, kita abai terhadap aspek ini, malah sejak awal, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian tinggi. Pemerataan pembangunan antarwilayah diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran untuk memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ujar Rudiantara.

Menkominfo juga menyampaikan, satu abad lebih sejak organisasi Budi Utomo, digagas telah memunculkan dimensi baru dalam lanskap sosial budaya seluruh umat manusia. Perubahan besar yang telah terjadi, dapat dirangkum dalam satu kata digitalisasi.

Inovasi digital, papar Rudiantara, mungkin dihadapkan pada kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi, sebagian menguatkan. Namun tak kalah juga yang mengancam ikatan-ikatan kita, dalam berbangsa.

“Satu hal yang pasti, kita harus tetap berpihak, untuk mendahulukan kepentingan bangsa, ditengah gempuran lawan-lawan yang bisa jadi makin tidak kasat mata. Justru, karena itulah maka kita tak boleh meninggalkan orientasi, untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial,” jelas Rudiantara. (infojambi.com)

Laporan : Maria-Mustar ll Editor : M Asrori

Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.