Hadiri Pendataan Keluarga 21 di Tebo, DPR RI Apresiasi Kinerja BKKBN

Penulis : Dodik

INFOJAMBI.COM – Program Pendataan Keluarga 2021 terus dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Hari ini, Selasa (12/10/2021), kegiatan dilaksanakan di Desa Melako Intan, Tebo Ulu, Kabupaten Tebo.

Kegiatan Pendataan Keluarga 2021, atau biasa disebut PK-21 di Desa Melako Intan dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Hj Saniatul Lativa SE MM. Sebelumnya istri Bupati Tebo, H Sukandar ini hadir pada acara yang sama, di Desa Teluk Kuali, Tebo Ulu.

Dalam kunjungannya ke Desa Melako Intan, Saniatul banyak bicara tentang persoalan stunting. Angka stunting semakin diketahui setelah dilakukan Pendataan Keluarga 2021.

Menurut Saniatul, masalah stunting, atau kurang gizi pada anak-anak yang sudah kronis, sangat penting. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pada anak-anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo ini mengapresiasi kinerja BKKBN. Program pendataan keluarga yang dilaksanakan dari April sampai Juni 2021 itu menyasar kasus stunting. Hasil pendataan itu akan dijadikan sebagai dasar mencari solusi.

“Hasil pendataan keluarga tahun ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah stunting, khususnya di Tebo. Dari data itu pula saya akan memperjuangkan program penanganan melalui BKKBN Pusat,” ungkap Saniatul.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim S.Kp MPH menjelaskan, PK21 dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi.

“Pendataan keluarga penting dilakukan untuk dasar perencanaan pembangunan, dari desa hingga nasional. Pendataan itu penting untuk menyediakan basis data keluarga, guna intervensi program pembangunan keluarga, kependudukan, KB, dan program pembangunan lainnya di Indonesia,” ujar Munawar.

Munawar menjelaskan, data keluarga yang didapat akan dijadikan peta sasaran intervensi program, yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, bahkan sampai ke tingkat RT/RW dan keluarga sebagai unit analisis terkecil.

“Basis data ini menghasilkan profil pasangan usia subur (PUS), keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, dan keluarga dengan lansia yang tersedia secara lengkap. Ini data paling lengkap dari data manapun,” kata Munawar.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tebo, dr Riana Elizabeth melaporkan, kegiatan Pendataan Keluarga 2021 di daerah ini sudah selesai. Pendataan dilakukan dengan sasaran masyarakat berisiko stunting (kurang gizi kronis).

Riana berharap data keluarga berisiko stunting yang didapat dapat dijadikan pedoman intervensi pencegahan stunting berbasis keluarga. Untuk pencegahannya, dilakukan dengan pendekatan pelayanan kesehatan dan pendekatan keluarga.

“Pendataan keluarga ini sangat membantu kami di dinas kesehatan dan keluarga berencana,” ungkap Riana.

BACA JUGA : Saniatul Lativa Hadiri Pendataan Keluarga 21 di Tebo Ulu

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan yang diserahkan langsung oleh anggota DPR RI Saniatul Lativa, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Tebo Ulu, para kepala desa se-Tebo Ulu, dan ibu-ibu PKK Kecamatan Tebo Ulu. ***

 

 

Kategori Nasional

Tags: ,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.