Berebut Kadin, Kemana Arah Dukungan Luhut Binsar Panjaitan..?

LAPORAN : Mursyid Sonsang

INFOJAMBI.COM – Direncanakan Munas Kadin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan dielat di Bali sekitar Bulan Juni 2021 mendatang. Presiden Jokowi akan membuka Munas para saudagar ini.

Dari banyak agenda Munas yang paling riuh dan menyedot perhatian memilih Ketua Umum Periode 2021 – 2026. Pertarungan sangat ketat, karena Ketum periode 2016 – 2021, Rosan Perkasa Roeslani tidak mencalonkan diri. Konon kabar akan dapat jabatan Duta Besar di Negeri Adi Kuasa, Amerika Serikat, mengantikan Muhammad Lutfhi yang diangkat menjadi Menteri Perdangangan.

Dua Calon Sama Banyak Uang

Calon yang muncul saat ini Anindya Bakrie adalah Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. Saat ini jabatannya di Kadin Wakil Ketua Umum dan belasan tahun berada dalam kepengurusan Kadin. Anindya Bakrie yang dipangil Anin ini  merupakan putra Aburizal Bakrie yang pernah memimpin Kadin.

Calon lain yang sudah mendeklarasikan maju nenjadi Ketua Umum Kadin adalah Arsjad Rasjid. Putra berdarah Sumsel ini merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk dan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di berbagai perusahaan seperti PT Kideco Jaya Agung yang bergerak dibidang  batu bara, PT Tripatra Engineers & Contractors- perusahaan EPC (engineering procurement and construction) minyak dan gas, PT Petrosea Tbk.- kontraktor pertambangan, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. Perusahaan logistik laut.

Para Caketum itu harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dari Kadin Kadin daerah. Salah satu strateginya mengunjungi sambil bersilaturahmi ke daerah daerah.

BACA JUGA: Kadin “Rumpun Sumatera” Bertekad Menangkan Arsjad Rasjid Jadi Ketum Kadin.. 

BACA JUGA: Jokowi Akan Hadir Munas Kadin, Arsjad Rasid Makin Menguat..

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik mengatakan baik Anindya maupun Arsjad sama-sama memiliki posisi kuat dalam bursa pemilihan Ketua Umum Kadin. Anindya diuntungkan dengan posisi keorganisasiannya di Kadin yang lebih lama.

Bahkan, lanjut Suryani, saat ini Anindya juga masih menjabat di posisi pengurus tinggi di Kadin. Sehingga lebih menguntungkan karena telah lama di Kadin maka lebih dikenal.

Sedangkan, Arsjad Rasjid, meski baru terlibat dalam kepengurusan Kadin dalam dua tahun terakhir, figurnya yang memiliki latar belakang sebagai bos Indika Energy tak kalah kuat. Sebab, bagi dunia usaha namanya sangat tidak asinng

Berebut Suara Kadin Daerah

Anindya bakrie mulai bersafari ke daerah di tengah kabar bahwa ketua umum Kadin Rosan Roeslani tak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan ketua umum Kadin 2021-2026.

Dalam setiap kunjungannya, Anindya juga selalu mendokumentasikannya di media sosial miliknya. Misalnya, pada 4 Maret 2021, Anindya bertolak ke Semarang untuk menemui pengurus Kadin Jawa Tengah dengan Gubernur Ganjar Pranowo.

Dua hari berselang, Anindya pun terbang ke Manado, Sulawesi Utara. Kemudian, pada 9 Maret 2021, Anindya kembali berkunjung ke kantor Kadin Jawa Barat. Ia juga bertemu dengan Gubernur Ridwan Kamil.

Dari Bandung, Anindya terbang ke Bali untuk menghimpun dukungan dari Gubernur I Wayan Koster. Anindya juga telah bertolak ke Sumatera Utara. Di Medan, ia menemui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan pengurus Kadin setempat.

Selain bersafari ke berbagai daerah, Anindya juga memenuhi sejumlah tokoh. Terakhir, ia berkunjung ke kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, Luhut mengatakan bahwa Pemerintah tidak pernah ikut campur dalam kontestasi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026.

Anindya mengklaim telah mengantongi 75 persen suara dari 34 provinsi di Indonesia. “Tentunya dukungan ini karena teman lama lah, akan kita rangkul,” ujarnya.

Dukungan untuk Anindya Bakrie juga datang dari Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Asosiasi Usaha Menengah Indonesia (AUMI), Asosiasi Produsen Kimia Penunjang Indonesia (APKAPI), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi).

Sekjen DPP Aptrindo Wisnu Letalolo menilai kinerja Anindya selama 15 tahun di Kadin telah terbukti mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan pengusaha.

Lebih lanjut, dia mengatakan Anindya telah sangat baik menaungi berbagai pengusaha di daerah dengan cara memfasilitasi kepentingan-kepentingan mereka sehingga mendapat dukungan pemerintah untuk terus berkembang.

“Asosiasi melihat kompetensi Anin dan kepiawaian keorganisasiannya secara tiga periode. Sudah sangat-sangat kami harapkan figur seperti Pak Anin memimpin Kadin ke depan,” kata Wisnu dalam keterangannya, dikutip Senin, 22 Maret.

Berbeda dengan Anindya, Arsjad memilih mengumpulkan tokoh-tokoh nasional. Ia mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin pada Jumat, 26 Maret 2021. Sejumlah tokoh nasional hadir dan menyatakam dukungan dalam acara yang digelar di Hutan Kota Plataran, Jakarta itu.

BACA JUGA: Usman : Kader Kadin Banyak Jadi Menteri, Peluang Bagi Pemda Tanjabbarat

Dua Menteri Dukung Arsjad

Salah satunya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Melalu video conference, Lutfi menceritakan bahwa dirinya telah mengenal Arsjad sejak sama-sama mengenyam pendidikan di Los Angeles Amerika Serikat. Bahkan, kata Lutfi, dirinya dan Arsjad juga tinggal di tempat yang sama saat berkuliah.

“Saya mendukung Pak Arsjad Rasjid menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026. Saya yakin kita akan bersatu memajukan Indonesia, memulihkan perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Lutfi, Arsjad dan juga dirinya  menjadi seorang pengusaha di waktu yang hampir bersamaan.

“Saya melihat saudara Arsyad menjadi contoh kita semua. Saya melihat Indika dari permulaan berusaha menjadi perusahaan yang menggurita sampai kemana-mana, yang menjadi acuan dunia usaha di Indonesia,” ucapnya.

Lutfi menegaskan mendukungnya kepada Arsjad sebagai Ketum Kadin tanpa syarat apa pun. Ia hanya berharap Kadin ke depan tetap menjadi mitra strategis dari pemerintah.

Senada, Kepala BKPM juga mendukung Arsjad. Ia sempat berseloroh sebenarnya mendukung Erwin Aksa sebagai Ketum Kadin. Namun, dukungan itu berubah ke Arsjad karena Erwin tidak mencalonkan diri.

“Posisi saya jelas mendukung Bang Asrjad,” ujar Bahlil.

Kata Bahlil, Kadin ke depannya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memulihkan ekonomi. “Saya lihat Bang Arsjad bisa berkomunikasi dengan kabinet, bagaimana pendalaman UU Cipta Kerja, implementasi, cukup top banget saya lihat,” ucapnya.

Arsjad Rasjid mengklaim telah memperoleh dukungan dari 20 provinsi. Perwakilan dari tiap-tiap daerah telah mendeklarasikan dukungan secara resmi pada pekan lalu.

“Teman-teman hadir di acara deklarasi. Mereka dari Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Riau, NTT, Maluku, Jawa Timur, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau,” kata Arsjad.

Setelah deklarasi Arsjad langsung menyambangi Kadin daerah. Seperti ke Kadin Sumsel, Arsjad dapat dukungan dari Kadin tempat asal Arsjad.

Ketua Kadin Sumsel, Doddy Alex Noedin yang juga Bupati Musi Banyuasin mengatakan wajib memilih Arsjad, selain putra Sumsel juga memiliki program yang dibutuhkan masyarakat.

Dari Palembang, Arsjad terbang ke Padang bersilaturahmi dengan Kadin sumbar. Usaha Arsjad tidak sia sia dibayar lunas dengan dapat dukungan.

“Ya, kami dari Kadin Sumbar tentu mendukung Arsjad Rasjid jadi Ketua Umum Kadin Indonesia. Karena melihat pak Arsjad Rasjid adalah sosok yang mampu membawa perubahan untuk Kadin kedepannya,” katanya.

Siapa yang Didukung Pemerintah..?

Secara resmi pemerintah akan netral dalam pemilihan Ketua Kadin ini. Seperti disampaikan Rosa Perkasa Roeslani ketika bertemu Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

“Presiden menyampaikan, dalam pemilihan calon ketua umum, pemerintah dalam posisi netral. Beliau berharap agar kompetisi dapat berjalan secara sehat dan akan mendukung siapa pun ketua umum yang terpilih. Dan, siapa pun yang menang harus saling merangkul kembali,” ungkap Rosan, dalam keterangan pers pada Selasa (20/4).

Jokowi memang netral, tapi sikap  para menterinya berbeda. Menteri Perdangangan, M. Lutfhi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia terang terangan mendukung Arsjad Rasjid.

Luhut Tidak Pernah Melupakan Jasa Ayahnya Anindya Bakrie

Sementara Anindya sudah bertemu dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Tapi harus diingat kedekatan Luhut dengan keluarga Bakri jangan di tanya lagi. Luhut mengaku hingga kini tak lupa dengan jasa pengusaha nasional Aburizal Bakrie, ketika pertama kali terjun di dunia bisnis.

Luhut menyebut, Ical – sapaan Luhut kepada Aburizal, sebagai seorang yang pertama kali menawarkan dirinya bergabung ke bisnis di sektor energi.

“Dan, saya tidak pernah lupa sama Ical. Ical kan berteman. Ical itu yang ajak saya bisnis,” kata Luhut, saat hadir dalam diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Menara Kadin, Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

Saat ini siapa yang tidak tahu sepak terjang Luhut, menteri yang paling dekat dan dipercaya Jokowi. Malahan di medsos, berbagai sebutan dialamatkan ke Luhut, seperti menteri rasa presiden, menteri serba bisa.

Memang harus diakui tugas tugas yang diberikan kepada Luhut memang tuntas di kerjakannya. Ada tugas secara resmi dan tentu juga tugas dibalik layar.

Kembali ke Kadin ini, kalaulah M.Lutfhi dan Bahlil mendukung Arsjad Rasjid. Kedua menteri ini dibawah kendali Luhut, konon kabar ada juga peran Luhut menjadikannya menteri.

Tapi ingat statemen luhut, dia tidak bisa melupakan jasa Abu Rizal Bakri. Itu saja..pahamlahkanzzz. ( Disarikan berbagai sumber)

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.